Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2019

Pil KB bisa sembuhkan jerawat dan komedo, ini faktanya

AZ - Jerawat bisa sangat membandel dan bikin mood jelek. Hangout bareng teman jadi nggak nyaman karena minder dengan penampilan. Nggak cuma jerawat, komedo pun bisa jadi biang kerok nggak pede. Dua permasalahan kulit ini sering menghantui perempuan urban.
Ada banyak penyebab terjadinya jerawat dan komedo. Debu jalanan dan parahnya udara kotor sering jadi aktor utama masalah ini. Perubahan hormon juga bisa jadi penyebab dua permasalahan kulit ini. Pola hidup tidak sehat dan stres yang berlebihan juga bakal memperparah jerawat dan komedo.
foto: shutterstock.com
Usut punya usut, pil KB ternyata bisa jadi solusi efektif. Dilansir dari laman resmi WebMD, pil KB sudah terbukti menjadi jawaban permasalahan jerawat bagi perempuan. Badan makanan dan obat Amerika (FDA) bahkan juga sudah mengizinkan beberapa merek pil KB sebagai obat jerawat.
Pil KB bekerja dengan mengatur level hormon androgen yang berperan dalam produksi sebum atau minyak di wajah. Kelebihan sebum bisa berakibat pada jerawat dan komedo. Pil KB bisa mengatur kadar hormon androgen jadi rendah hingga membatasi produksi sebum. Dengan ini, jerawat dan komedo bakal teratasi dan tak gampang muncul.
Pengobatan jerawat dengan pil KB tak bisa terlihat hasilnya dengan cepat. Minimal butuh waktu dari tiga hingga empat bulan agar efeknya terlihat. Bagi beberapa orang, efeknya bisa muncul setahun kemudian. Penggunaan pil KB juga harus konsisten. Jangan sering coba-coba merek pil KB lain saat sudah nyaman dengan yang dipakai.
foto: shutterstock.com
Nggak sembarangan perempuan bisa menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat. Syaratnya adalah berusia minimal 14-15 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Jangan dikonsumsi sendiri, kamu perlu konsultasi dengan dokter spesialis terlebih dahulu.
Hati-hati juga, tak semua pil KB bisa digunakan untuk perawatan jerawat dan komedo. PIL KB yang mengandung hormon progesteron dan berbasis androgenik malah bikin dua masalah kulit ini makin parah. Selain itu, kamu juga bisa saja tak cocok dengan pil KB merek tertentu.
Badan makanan dan obat Amerika (FDA) sendiri merekomendasikan tiga jenis pil KB untuk mengatasi jerawat seperti Norgestimete, Norethisterone, dan Drospirenon. Sekali lagi, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pil KB ya!
Readmore → Pil KB bisa sembuhkan jerawat dan komedo, ini faktanya

Minggu, 01 Desember 2019

Dari hitam, merah, hingga abu-abu, ini arti darah haid kamu

AZ - Darah haid bukan sekadar darah kotor yang dikeluarkan setiap bulan, tetapi juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan. Biasanya, saat menstruasi warna darah yang keluar bervariasi dari satu siklus ke siklus lain. Setiap warna darah haid ini mencerminkan kondisi kesehatanmu.
Darah haid berasal dari sel telur yang tidak berhasil dibuahi. Kondisi ini membuat menurunnya kadar progesteron dan estrogen, sehingga dinding rahim luruh menjadi darah haid. Proses luruh dan situasi di dalam rahimlah yang memengaruhi warna darah haid.
Lalu seperti apa darah haid yang normal dan apa arti warna darah haid bagi kesehatan? Yuk simak penjelasan arti warna darah haid berikut ini yang sudah dirangkum dari laman helloclue, healthline, dan brightside, Jumat (15/11).
1. Hitam, cokelat, merah tua.
foto: shutterstock.com
Biasanya pada awal dan akhir haid, darah yang keluar berwarna cokelat, merah tua, hingga hitam. Warna darah haid ini tergolong wajar dan normal.
Warna yang cenderung gelap ini dikarenakan darah butuh waktu keluar lebih lama dari uterus. Hal ini juga yang menyebabkan pada awal dan akhir haid darah tidak keluar deras.
2. Merah segar.
Pada hari kedua atau ketiga, biasanya darah yang keluar berwarna merah segar atau terang. Warna ini menunjukkan proses dinding rahim saat melepaskan sel telur yang tidak dibuahi. Proses peluruhan ini berlangsung sangat cepat sehingga tidak memiliki cukup waktu bagi molekul lain untuk menggelapkan warnanya.
3. Pink.
foto: shutterstock.com
Warna darah haid merah muda atau pink biasanya keluar dalam bentuk bercak pada awal atau akhir haid. Kondisi ini lebih sering dirasakan perempuan yang mengalami spotting (keluarnya sedikit darah dari vagina, di sela-sela siklus menstruasi).
Darah haid warna pink disebabkan darah haid yang bercampur dengan cairan serviks. Selain itu, warna darah haid ini juga menandakan kurangnya kadar hormon estrogen pada tubuh.
4. Abu-abu.
foto: shutterstock.com
Jika darah haid yang keluar berwarna abu-abu, tandanya kamu harus segera konsultasi ke dokter. Pasalnya, kondisi ini menandakan adanya gejala infeksi yang terjadi.
Selain itu, jika kamu mengalami pendarahan dengan warna keabu-abuan, hal ini bisa jadi tanda keguguran. Segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Readmore → Dari hitam, merah, hingga abu-abu, ini arti darah haid kamu

Kamis, 28 November 2019

5 Alasan rambut kemaluan tak bisa dicukur sembarangan


AZ - Rambut kemaluan ternyata tak bisa sembarangan dicukur. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukannya. Kenikmatan bercinta hingga terlihat cantik jadi alasan yang paling sering muncul. Padahal, rambut kemaluan punya fungsi sangat penting bagi perempuan.
Rambut yang satu ini mempunyai tugas melindungi daerah intim yang sensitif terhadap bakteri dan kuman. Selain itu, rambut kemaluan juga bertugas menangkal debu dan gesekan yang bisa melukai daerah intim.
Lalu, apa saja alasan kenapa rambut kemaluan tak bisa dicukur sembarangan? Dirangkum Brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (15/11) yuk kita simak bersama-sama.
1. Risiko tertular kutil kelamin dan bisul.
foto: shutterstock.com
Dilansir dari WebMD, Rambut kemaluan berfungsi sebagai penghalang berbagai bakteri dan virus termasuk yang menyebabkan penyakit kutil kelamin dan bisul. Penyakit yang disebabkan human papillomavirus (HPV) ini bisa menular dengan kontak kulit ke kulit. Kontak seperti ini biasa terjadi saat hubungan seksual dengan orang yang sudah duluan terjangkit virus tersebut.
2. Kehilangan feromon.
foto: shutterstock.com
3. Rambut kemaluan jadi pengontrol suhu tubuh.
foto: shutterstock.com
Rambut bertugas membawa keluar panas tubuh dalam bentuk keringat dan minyak. Dengan ini, suhu tubuh akan terjaga dan mudah dikontrol. Dilansir dari Healthline, jika tak ada rambut kemaluan, tubuh akan kesulitan mengontrol suhu di daerah intim.
4. Tak ada pelumasan alami.
foto: shutterstock.com
Melansir dari Healthline, Rambut kemaluan bertugas melindungi daerah intim terhadap gesekan. Hal ini sangat membantu ketika berhubungan intim. Daerah intim tak akan gampang kemerah-merahan karena iritasi akibat gesekan. Tak hanya itu, rambut kemaluan juga memiliki fungsi yang sama menghadapi gesekan sehari-hari seperti dari celana jeans atau celana ketat.
5. Berbahaya untuk perempuan gemuk.
foto: shutterstock.com
Mencukur rambut kemaluan bagi perempuan bertubuh gemuk ternyata sangat berbahaya. Sekalinya kulit bergesekan, risiko iritasi sangat tinggi. Hal ini senada dengan hasil penelitian American Journal of Obstetrics and Gynecology yang menyatakan bahwa perempuan obesitas berpotensi dua kali lipat terkena komplikasi seperti abrasi epidermis dan rambut yang tumbuh ke dalam jika mencukur rambut kemaluan. Menyadur dari Healthline, bakteri juga akan lebih mudah masuk ke dalam pori-pori dan menimbulkan infeksi.
Readmore → 5 Alasan rambut kemaluan tak bisa dicukur sembarangan

Senin, 25 November 2019

Salah kaprah, ini 4 mitos kondom yang dipercaya banyak orang

AZ - Kondom adalah alat kontrasepsi yang familiar di telinga banyak orang. Namun saat ditanya faktanya, kebanyakan orang akan menjawab fungsinya sebagai pencegah kehamilan. Nggak salah tapi apakah hanya itu fakta kondom?
Ada fakta unik, nih. Kamu tahu nggak kalau kondom diperkirakan sudah ada sejak 12.000-15.000 tahun lalu? Ya, menurut Jeannette Parisot dalam bukunya 'Johnny Come Lately: A Short History of the Condom' tahun 1985, ilustrasi seorang laki-laki menggunakan kondom ditemukan di dinding gua di Prancis belasan ribu tahun lalu.
Selain fakta unik sejarah kondom, ternyata masih ada beberapa fakta yang wajib kamu ketahui. Jangan sampai kamu terjebak mitos-mitos kondom sehingga menimbulkan kepercayaan yang salah kaprah.
Brilio.net merangkum dari berbagai sumber, Jumat, deretan mitos kondom yang selama ini dipercaya banyak orang.
1. Pakai kondom tuh ribet?
Mitos yang sering tersebar adalah pakai kondom itu merepotkan. Demi keamanan dan kenyamanan berhubungan seksual, alat kontrasepsi satu ini justru paling mudah dan praktis digunakan. Kamu juga nggak perlu resep dari dokter.
Sudah mudah digunakan, kondom juga mudah ditemukan di mana-mana. Menurut laman Berani Berencana, kondom hampir nggak punya efek samping. Hanya kurang dari 1% orang di dunia yang alergi terhadap lateks, bahan pembuat kondom.
2. Pakai dua kondom sekaligus lebih baik?
Orang mengira menggunakan kondom sampai dua lapis lebih efektif mencegah kehamilan. Faktanya, nggak sama sekali. Pemakaian dua lapis ini justru meningkatkan gesekan antar permukaan kondom selama berhubungan seks sehingga kondom bisa robek sebagaimana dilansir dari laman verywell health. Jika ingin mencegah kehamilan, lakukan proteksi ganda yakni menggunakan kondom plus metode kontrasepsi lain seperti IUD, implan, pil kb atau suntikan KB.
3. Kondom menurunkan gairah/kenikmatan seksual?
Faktanya kondom nggak menurunkan gairah atau kenikmatan seksual. Justru kondom meningkatkan kenikmatan hubungan seksual karena berbagai fitur dan aromanya yang dilengkapi dengan pelumas/lubrikan.
Kalau khawatir kondom terlalu ketat, kamu bisa memilih ukuran dan jenis kondom sesuai kebutuhan sehingga nyaman selama beraktivitas seksual.
4. Virus HIV dan HPV bisa menembus pori-pori kondom?
Jawabannya, nggak.
Selama ini kamu familiar dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penularannya melalui darah, sperma, cairan vagina, hingga jarum suntik nggak steril. Lantas apa itu Human papillomavirus (HPV)?
HPV adalah virus yang menyebabkan infeksi permukaan kulit, bahkan berpotensi menyebabkan kanker serviks. Tanda HPV yang paling kelihatan adalah tumbuhnya kutil di area kelamin, anus, dan pangkal paha seperti dilansir dari laman Planned Parenthood.
Baik HIV maupun HPV termasuk Infeksi Menular Seksual (IMS) yang bisa menyerang laki-laki maupun perempuan. Untuk mencegah penularan keduanya, seseorang perlu kondom saat berhubungan seksual. Kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang mencegah penularan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Khusus HPV, kondom nggak sepenuhnya melindungi seseorang tertular karena area yang berpotensi terkena HPV ada yang nggak dicakup kondom. Selain itu, penularan HPV juga melalui kontak kulit ke kulit.
Yang pasti, selain menggunakan kondom secara tepat untuk mencegah tertular IMS, pastikan kamu menghindari aktivitas seksual berisiko serta mendapat vaksin HPV.
Readmore → Salah kaprah, ini 4 mitos kondom yang dipercaya banyak orang

Sembarang